Lupa password
     

Jejaringsosial.com adalah sebuah situs jejaring sosial, berbasis persaudaraan & alat komunikasi daerah

Buat Akun

 


Umur anda sudah diatas 13 tahun?
Jika masih dibawah 13 tahun, pilih Belum dan akan mendapatkan formulir membutuhkan izin & pengawasan orang tua/wali/guru yang harus diisi, dihalaman selanjutnya

Saya telah membaca dan setuju dengan Peraturan, Syarat & Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi



 

 

 

 

 

 

anggapc
anggapc
Profil
Nama
Angga Purwana
Jenis Kelamin
Laki-Laki
Hobi & Minat
kadang nulis2, ngutak - ngatik web, ngehayal
Hewan Favorit
kucing, kura-kura
Tinggi Badan (cm)
180
Bentuk Tubuh
Kurus
Agama
Islam
Merokok
Tidak
Hubungan
Sendiri
Kepribadian/Sifat/Karakter
www.facebook.com/angga.purwana?v=info, belajar hemat,
Hal yang Tidak di Sukai
menunggu
Pendidikan & Resume
- - - - - -
Keterangan Tambahan/Keahlian Khusus/Prestasi
it's secret. i have a big dream :lol:


Keterangan : Pihak sekolah, univeritas, perusahaan, idola yang sudah Terverifikasi, dapat memberikan hasil nilai, prestasi, penghargaan, pujian, kepada anggota ini, melalui kolom Berita.
Halaman ini juga dapat di print :


Berita
Berita Saya
Kam, 13 Jun 13 14:40
anggapc
anggapc jejaringkan berita bagi anggapc

selamat siang menjelang sore..

Semua
Berita Silsilah
Sen, 10 Mar 14 15:59
tiaseptiani
tiaseptiani jejaringkan berita bagi YUmee_miru

wah ama bener nih ibu 1 l yaaaa T^T
Sen, 27 Jan 14 15:48
tiaseptiani
tiaseptiani jejaringkan berita bagi YUmee_miru

hoi hoi hoi mana ini ibu2 >.<
Sab, 11 Jan 14 15:23
tiaseptiani
tiaseptiani jejaringkan berita bagi YUmee_miru

Kutip:
Oleh YUmee_miru
Pengen Move ID ii.... *Ngakak
clonengan *ngakak
Sel, 10 Des 13 20:15
YUmee_miru
YUmee_miru jejaringkan berita bagi YUmee_miru

Pengen Move ID ii.... *Ngakak
Sel, 5 Nov 13 03:18
YUmee_miru
YUmee_miru jejaringkan berita bagi RaraYuno

Kutip:
Originally Posted by RaraYuno
test

toss
Sel, 5 Nov 13 02:26
RaraYuno
RaraYuno jejaringkan berita bagi YUmee_miru

test
Sab, 26 Okt 13 15:38
tiaseptiani
tiaseptiani jejaringkan berita bagi YUmee_miru

menunggu bab selanjutnyaaa :v
Sen, 14 Okt 13 15:26
tiaseptiani
tiaseptiani jejaringkan berita bagi YUmee_miru

Kutip:
Originally Posted by YUmee_miru
"Aku tidak malu mengakui bahwa saat ini aku merasa takut,karena rasa takutku ini,
adalah naluri makhluk hidup yang berjuang demi mempertahankan nyawanya sendiri."
Hidup kak Ari...!!!!
Sen, 14 Okt 13 07:19
YUmee_miru
YUmee_miru jejaringkan berita bagi YUmee_miru

Mari mengarang bebas!
*SedangTidakAdaKerjaan*
Kali ini aku ingin membicarakan tentang makhluk horror super seram yang selalu menghantui mimpi2ku, (Seminggu bisa 2-3x),
Apalagi kalau bukan... Zombie! >w<

Aku juga bingung apa yang pertama kali menarikku sampai begitu terobsesi dengan genre ini -_-

Let's see..

Aku pertama kali nonton Zombie seingatku saat aku masih kelas 1 SD...
Lupa judulnya, rasanya ceritanya tentang kakak beradik yang mencoba menghidupkan kembali ibu mereka... lalu tiba2 percobaannya gagal dan seluruh kehidupan di kota kecil mereka berubah menjadi makhluk pemakan manusia yang bangkit dari kematian... Ada yang tahu judulnya? Mau dong, ingin nonton lagi...

Scene terakhir yang kuingat adalah ketika satu truk penuh berisi Zombie datang mengejar tokoh utama, wah, wajah Zombienya seram!
Lalu tokoh utama mengalahkan Zombie zombie itu dengan meledakkannya menggunakan botol yang diisi bahan kimia tertentu kemudian dilempar.

Itu setan apa? Menakutkan, aku tidak tahu namanya.
Lalu ayahku yang sedang mendampingiku nonton memberitahu, "Mereka Zombie, mayat hidup."

Aaaa? Malam itu aku tidak bisa tidur, bahkan lebih seram daripada saat aku diajak menonton friday the 13th (Orang tuaku kenapa doyan ngajak anak nonton film psycho yah?) ataupun nightmare on elm street. -A-"

Kurasa sejak saat itu.
Yang paling membuatku takut adalah jika aku membayangkan, sendirian di kota mati, dengan makhluk itu banyak sekali disekitarku, sendiri, tidak ada seorangpun menolong.

Itu menakutkan sekali 0_0;
Sampai sekarang jika aku berbelanja, aku akan membeli stok makanan beku LEBIH BANYAK DARI YANG DIBUTUHKAN PETUGAS DAPUR ASRAMA TENTARA hanya karena... "Mungkin suatu saat Zombie apocalypse akan terjadi dan aku bisa aman berada dirumah tanpa takut kelaparan, untuk sementara sampai kutemukan cara menyelamatkan diri(?)"

Aku juga menyimpan kayu2 serta apalah yang tidak penting, kenapa? "Untuk membuat barikade, jadi kita Zombie menyerang kita paku saja jendela dan pintu kita, mereka takkan bisa masuk..."

Sampai sekarang aku menaruh pisau daging besar dalam kamarku, "Jika Zombie menghampiriku, aku tidak bisa pakai senjata api, baiklah aku masih bisa memenggalnya dengan ini..."

Bahkan aku mengajarkan pada anak2ku yang masih kecil 'Cara sederhana bertahan hidup ditengah kepungan Zombie!'

Tidak, aku tahu ini gila, -A-" Tak usah mengatakannya pun aku sudah sadar, ini obsesi, get it?
Mungkin sama saja seperti orang dan artis kesukaannya *JikaNormal

Mengapa aku menulis cerita Zombie?

Welll... mengapa yah? Imajinasiku sakit.
Aku sudah menonton lebih dari 200 judul film zombie dan aku suka temanya, bagian paling seru adalah ketika keadaan sudah sama sekali Chaos, manusia mengalami Lack of morality, Kadang ada juga yang menjadi lebih rendah dari binatang bahkan lebih kejam dari Zombie itu sendiri.
Film Zombie yang kusebut bagus adalah jika sudah berada pada taraf seperti itu, para tokoh terkurung dalam situasi hidup segan matipun tak mau, lalu ada sekumpulan orang2 yang memutuskan untuk tidak berhenti berjuang.

Bukankah itu keren sekali?

Nah, sudah kubilang Imajinasiku sakit,
Kupikir Imajinasi sakit itu perlu wadah pelampiasan dan cara tersehat melampiaskannya bukanlah dengan cara mencuri Jenazah secara random untuk kemudian menelitinya habis habisan(?), tidak, itu melanggar hukum dan aku masih punya anak2 yang pasti akan mati kelaparan dijalan jika aku sampai masuk bui.

Aku melampiaskannya dalam bentuk tulisan.

Itu cara paling sederhana yang kutahu ._.

Kutipan yang paling kusuka dari Suamiku adalah 'Manusia itu makhluk yang jika ia jahat, ia lebih jahat dari binatang, tapi kebalikannya juga berlaku, jika ia baik, ia akan lebih baik daripada malaikat sekalipun.'

Belakangan aku melihat, ada begitu, begitu banyak... hal hal tidak menyenangkan, pertikaian tidak perlu antar sesama manusia.

Lalu aku tersadar.
Mungkin saja film2 ini, yang selama ini hanya kunilai dari teriakan dan banyaknya darah yang berceceran disana sini, ada sebuah 'sindiran' halus yang mereka coba sampaikan kepada kita.

Orang bilang, 'Jika sudah kehilangan, akan sadar betapa berharganya.'
Coba pikir, bandingkan dunia kita dan dunia 'Mereka' didalam cerita Zombie.
Jika seandainya Zombie apocalypse benar benar terjadi,

Mungkinkah kita bisa saling bahu membahu untuk menyelamatkan satu sama lain? Ataukah kita -Seperti banyak tokoh dalam cerita- menjadi salah satu orang yang mengalami Degradasi moral, memanfaatkan keadaan ditengah ketiadaan hukum?

Kita harus lebih menyayangi kehidupan kita saat ini.
Bu, bukan, 'Zombie' disini bukanlah ancaman satu satunya,
musuh sebenarnya bukanlah Zombie, melainkan manusia itu sendiri, manusia, dan alam.
Didunia ini, amat mungkin terjadi sebuah bencana yang kita tidak akan pernah bisa memperkirakannya.
Mungkin saja kita tidak bisa lari.

Sesuatu yang Dahsyat,
banyak contoh kecilnya, ditengah bencana alam masih ada saja orang2 aneh yang mengambil kesempatan menjarah harta orang lain yang bukan miliknya.

Lack of morality, rite.

Jadi mengapa aku memilih menulis novel tentang Zombie?
Selama 4 tahun ini aku terus menerus berpikir.

Daina bukanlah orang dengan sudut pandang moral tertinggi, tapi Daina juga sambil mengingatkan diri sendiri.
'Zombie' disini hanya pengandaian, Novel adalah media berkhayal paling mutakhir, khayalan tetap saja khayalan.
Namun bencana apapun amat mungkin terjadi walau tidak seorangpun dari kita pernah mengharapkannya, dan jika kita bisa bersikap dewasa saling bahu membahu, kemungkinan terburuk mungkin saja bisa dilewati.
Jika aku bisa menyuarakan pemikiranku ini dalam bentuk karya, banyak orang akan membaca, mereka yang membaca berarti mereka memahami diriku, menyelami kepribadianku, bukan hanya satu dua melainkan banyak sekali.
Mengapa tidak? Aku bisa sambil belajar memperbaiki diri juga, bukan?

Akhir kata, apakah aku malu kadang2 paranoid sendiri soal hobiku?
Tidak, aku tidak malu.
Aku punya hal hal yang berharga bagiku, orang2 yang kusayangi,
Aku tidak malu mengakui aku takut kehilangan sesuatu, meski dengan cara sekonyol apapun.

Seperti kata Kak Ari, tokoh dalam Novelku yang kerjanya bertarung melawan Undead untuk menyelamatkan hidup orang lain.

"Aku tidak malu mengakui bahwa saat ini aku merasa takut,karena rasa takutku ini,
adalah naluri makhluk hidup yang berjuang demi mempertahankan nyawanya sendiri."


Oktober 2013, Daina Amare.
Sel, 24 Sep 13 18:37
YUmee_miru
YUmee_miru jejaringkan berita bagi YUmee_miru

Quote:
Originally Posted by tiaseptiani
hei mana?? lamaaaa =w='

ga sabar nih baca cerpennya :v
Bahhh sabaaarr :vvv

Semua




 
Logo & Tombol - Contact Us - Peraturan - Syarat & Ketentuan Layanan - Kebijakan Privasi